>Pasang Stoplamp LED Di Thunder 125, Tahan Sampai 2 Tahun!

>OTOMOTIFNET – Motomania pasti enggak mau mengalami kejadian nahas seperti yang dialami Adhi. Pembesut Suzuki Thunder 125 ini tertabrak pengendara lain dari belakang. Penyebabnya cukup sepele, lampu rem mati karena bohlam putus. Jadi saat mengerem, pengendara di belakangnya tak tahu, kaget dan brukkkk… serudukan sulit dihindari!

“Lampu remnya memang suka mati, bohlamnya belum lama diganti, eh putus lagi! Memang harganya murah dan menggantinya pun gampang, tapi kalo putus terus bisa berabe, bikin celaka gini,” keluhnya.

Dengan rasa ingin tahu yang besar penyebab sering putusnya bohlam, warga Jaksel ini langsung bertanya pada salah satu pawang Thunder 125. Dan ternyata tak hanya dirinya yang mengalami nasib serupa! Waduh…

“Masalahnya di kabel massa atau ground fitting lampu rem yang hanya menjepit rumah bohlam (gbr.1), akibatnya arus putus-nyambung, ditambah lagi getaran dari mesin, efeknya bohlam gampang putus. Beda dengan motor lain yang disolder,” ujar Andryanto, dari bengkel Thunderist Pit Stop (TPS).


Gbr 1

Gbr 2

Gbr 3

Gbr 4

Masih menurutnya. “Karena banyak yang mengalami, maka gue putar otak gimana cara mengatasi, akhirnya ketemu dengan mengandalkan lampu LED (Light Emitting Diode) (gbr.2), biayanya murah dan daya tahan lama, bisa sampe 2 tahun!” seru pemilik bengkel yang berada di Jl. Raya Lenteng Agung, Jaksel ini sembari menambahkan kalo LED itu butuh arus enggak banyak.

Gimana cara pasang produk yang dihargai Rp 40 ribuan ini? Yuk, bongkar! Pertama, buka dua baut mika lampu rem dengan obeng kembang. Lalu, lepas bohlam orisinal dari tempatnya dengan memutarnya ke kiri (gbr.3), dilanjutkan memasukkan kabel LED dari fitting tadi.


Gbr 5

Gbr 6

Penempatan LED direkatkan pada reflektor. Agar rangkaian dapat menempel, siapkan lem perekat kaca atau glue gun (gbr.4) yang biasa dipakai untuk kaca akuarium. Bubuhkan di bagian sisi kiri dan kanan lampu LED (gbr.5).

Penyambungan rangkaian cukup simpel. Dari kabel LED yang berwarna merah disambung ke kabel warna abu-abu/cokelat. Lalu, kabel warna putih ke kabel warna putih/hitam, dan warna hitam ke kabel hitam/putih (massa) (gbr.6).

Nah, kalo penyambungan dan pengeleman sudah selesai, jangan lupa kabelnya diisolasi biar gak korslet. Trus, tes lampu LED-nya dengan menarik tuas rem depan atau menginjak rem belakang. Nyala, gak? Kalo rebes alias beres, tutup lagi mikanya.

Oke kannnnnn…?

Sumber : ototips.otomotifnet.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: