>Panduan Ganti Kabel Spidometer Suzuki Thunder 125

>

OTOMOTIFNET – Di tiap edisi, kami selalu ingatkan, agar besutan awet, ya harus dirawat. Tapi masih saja ada motormania cuek. Sehingga, begitu tunggangan bermasalah, baru deh panik. Seperti dialami Hadi Prana, pemilik Suzuki Thunder 125 edisi 2007.

Akibat kurang peduli sama si Thundie, warga Jl. Pedurenan No.8, Karang Tengah, Tangerang, Banten ini langsung pusing tujuh keliling. Gara-gara, alat pengukur kecepatannya alias spidometer gak bergerak. Wah, ada apa nih! Bingungnya sembari garuk-garuk kepala.

Gara-gara hal itu, pria berjenggot ini jadi gelisah. “Wajar, sebab berkendara jadi tak ada patokan kecepatannya. Nanti bisa celaka lagi,” khawatir Hadi. Makanya, ia pun langsung meluncur ke dealer Suzuki Daanmogot (SD), di Jl. Raya Daanmogot No.116a, Jakbar.

Di depan Triyanto (kepala mekanik SD), dengan tampang paniknya, Hadi mulai berkoar masalah yang sedang dihadapinya. “Kalau spidometer mati, mungkin kabel spido sudah gak benar (gbr.1),” ucap kepala mekanik sopan ini. “Nah, ada beberapa faktor yang menyebabkan spidometer tak berfungsi.”


Gbr 1

gbr 2

Gbr 3

Gbr 4

Misal, kotor. “Sehingga kotoran itu menyelimuti peranti yang biasa disebut gigi nanas. Alhasil mekanisme penggeraknya macet dan bikin kabel spido putus (gbr.2),” jabarnya. Selain itu menurutnya, mengerem mendadak saat besutan melaju kencang juga bisa memicu problem itu, lo.

Jadi, motomania harus rajin mengecek peranti yang mudah dimasukin kotoran. “Minimal 1 bulan sekali untuk merawatnya,” sarannya. Oke sebelum membongkar motor Hadi, tebus dulu peranti itu Rp 45 ribu. “Harga itu sudah termasuk ongkos pasang, ya,” bilang kepala mekanik ini.

Buat membongkar peranti ini cukup gunakan tang, bensin dan gemuk. Pertama yang dilakukan Triyanto, membuka pengait kabel gas pakai tang (gbr.3). “Oh iya sekalian copot bagian atas yang ada di spidometer, ya,” tuturnya.

Sebelum pasang yang baru, bersihkan dulu gigi nanas dengan semprotan angin dan bensin (gbr.4). Itu biar kotoran mudah rontok. Kalau sudah, kasih gemuk secukupnya (gbr.5), agar puturannya lancar. Lantas pasang yang baru, deh. Tahapannya tinggal membalik langkah kerja waktu membuka tadi.

Gimana, berfungsi lagi, kan?

Sumber : ototips.otomotifnet.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: