>Pasang Pelek Kawasaki Ninja 250R Ke KLX 250, Tampilan Dan Handling Mantap!

>OTOMOTIFNET – Berinovasi dan terus mencari gagasan baru, itulah modifikator, tak pernah puas dengan apa yang telah dibuat. Seperti Tomi Bramudia, modifikator dari Ngayun Speed saat mengutak-atik kaki-kaki Kawasaki KLX 250.


Gbr 1

Gbr 2

Gbr 3

Gbr 4

Setelah diubah jadi supermoto dengan pelek jari-jari, inovasi terbaru pakai pelek palang. Pelek yang dipilih milik saudara sekandung, Ninja 250R. “Desain palangnya lurus, cocok dengan garis bodi yang lurus dan tajam,” ujar modifikator yang beralamat di Jl. Panjang No.1, Kebon Jeruk, Jakbar.

Alasan lain menurutnya, dengan pelek palang jadi lebih rigid, sehingga saat nikung tak goyang, feeling pengendara pada roda pun lebih kuat. Makanya wajar jika cukup banyak yang antre ingin ikut pasang. Gimana kalau ingin ikutan pasang?

Pertama tentu siapkan pelek, dudukan gir beserta cakramnya, “Kalau baru di atas Rp 7 juta. Makanya cari yang seken aja di modifikator yang sering menggarap Ninja 250R. Pasarannya Rp 3,5-4,5 juta, sudah komplet beserta cakram,” papar Tomi. Mahal? Tentu tidak jika dibanding dengan harga motor yang mencapai Rp 56 juta.

Konsentrasi pengerjaan di roda depan dahulu. Pertama dudukan sensor spidometer (SS) mesti dibuat dua coakan baru dengan lebar 9,5 mm dan dalam 14 mm (gbr.1). Lalu rumah SS bagian luar mesti dibubut 3 mm, dalam 5 mm (gbr.2), agar SS KLX bisa terpasang.


Gbr 5

Gbr 6

Agar ban tepat di tengah, sisi kiri mesti dibikinkan bos baru. Panjang 24 mm, diameter dalam 17 mm, sedang luar 21 mm dan 28,5 mm (gbr.3). Karena cakram lebih lebar, kaliper harus dibuatkan adaptor (gbr.4). Pelek depan pun sukses terpasang.

Pindah ke belakang, agak ribet karena teromol lebih lebar. Posisi cakram jadi terlalu mepet lengan ayun, makanya dudukannya mesti dibubut 4 mm. Kaliper standar pun tak bisa menggigit sempurna, dan harus diganti beserta adaptornya (gbr.5). “Karena salah satu as kaliper menyatu dengan adaptor,” terang Asep Mulyadi, mekanik Ngayun Speed.

Kelar? Belum, masih harus bikin bos (gbr.6). Bagian kanan panjang 30,5 mm diameter dalam 20 mm, luar 25 mm. Sedang kiri panjang 20 mm, diameter dalam 20 mm, luar 28,5 mm. “Oh ya, laher dan bos tengah dari teromol standar pindahkan ke pelek Ninja, bedanya diameter tengah lebih besar,” lanjutnya.

Kelar deh, tinggal dirakit, jangan lupa rem dicek, jangan sampai masuk angin. Lebih keren kan?

Sumber : ototips.otomotifnet.com

var geo_Partner = ‘d9d498ef-9201-4636-96ba-379cf375149f’; var geo_isCG = true;

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: