Archive for the ‘Rem’ Category

>Pasang Rem Cakram Belakang New Scorpio Z, Cukup 3 Jam!

December 28, 2010

>

Tangerang - Motor sport 225 cc andalan Yamaha ini terkenal akan torsi mesin yang mantap. Penampilan barunya juga makin terlihat gagah.

Sayang ada satu hal yang dianggap kurang oleh pemakainya, yaitu rem belakang masih teromol.

“Kurang keren, enggak seperti kebanyakan motor sport masa kini,” terang Andri, salah satu pemakai New Scorpio Z yang tinggal di Joglo, Jakbar.

Secara penampilan jadi kurang modern dan sporti. Kalau kepakeman sih, terbilang mumpuni.

Telanjur suka sama performanya, Andri tetap meminang motor yang kini pakai kabel gas sistem pull & pull itu.

Belum juga jalan 10 km, New Scorpio langsung digelandang ke bengkel, tentu untuk pasang cakram belakang.

Pengerjaan diserahkan pada bengkel Dwayne Racing Sport (DRS), yang dikomandani Deni Widianto di Jl. HOS Cokroaminoto No.6D, Ciledug, Tangerang.

Ternyata tak sulit menyematkan pengereman bersistem hidraulik itu. “Hanya sekitar 3 jam,” buka Ihwanudin, mekanik DRS. Dengan catatan barang yang dibutuhkan ready stock.

Nah apa saja yang dibutuhkan? Dari master, kaliper, slang, adaptor dan pelat untuk bikin braket. “Kami lebih suka pakai orisinal bawaan motor, biasanya pakai copotan Honda Tiger Revo,” papar Deni.

Masih menurutnya, bisa saja pakai komponen aftermarket yang lebih murah, namun tak tahan lama dan banyak keluhan. “Seperti macet, jadi mendingan mahal sedikit tapi minim komplain,” lanjutnya.

Berhubung pakai part orisinal, biaya menebus serta ongkos pemasangan tergolong cukup tinggi. Tepatnya Rp 1,1 juta. Menariknya dapat jaminan, “Kalau ada trouble silakan kembali.”

Nah gimana pasangnya? Yuk simak pemaparan Iwan, sapaan akrab Ihwanudin. Pertama bikin braket master rem pakai pelat besi 5 mm. Dibentuk mirip huruf Y (gbr.1). Ujung yang panjang diberi 2 lubang yang ikut dibaut pada footstep. Nah ujung bercabangnya untuk dudukan master rem.

Lantas tuas penarik rem teromol dipotong, lalu bikin baru dengan posisi dipaskan dengan tuas penonjok master rem. Selesai? Giliran ke belakang. Pasang adaptor cakram pada pelek, “Bor pelek, lalu baut adaptor pakai baut L12 sebanyak 4 buah,” lanjut Iwan.

Lalu pasang cakram. Nah pasang kembali roda di swing arm. Selanjutnya atur bos as roda (gbr.2), atur agar posisi kaliper mendekap pas pada cakram. Terakhir baut adaptor kaliper pada pemegang teromol bawaan motor (gbr.3). Kelar, deh!

Silakan dijajal!(motor.otomotifnet.com)

Sumber : ototips.otomotifnet.comvar geo_Partner = ’5fad2c58-e266-4307-a320-e57f7ac8e9c0′; var geo_isCG = true;

>Pasang Disk Brake Lebar Honda New Mega Pro

December 12, 2010

>
Purwokerto – Sistem pengereman bawaan pabrik pada Honda New Mega Pro (NMP), termasuk mantap. Sektor depan dan belakang sudah cakram. Hanya satu ganjalannya, piringan sisi depan termasuk imut, hanya 245 mm. Sehingga sisi sportinya sedikit kurang.

Selain itu, bagi yang doyan late braking, performanya sedikit kurang ciet. Kalau buat jalan normal sih, sangat cukup. Wah, mesti digedein dong ukurannya. Memang sudah ada? “Pakai saja punya Tiger lama (sebelum generasi Revo), dudukannya kan, sama,” saran Agustinus P, dari bengkel Nero Speed.

Salah satu pilihan di pasaran yang mudah dijumpai merek PSM. Diameter piringan 320 mm. Menariknya sudah semi-floating, lo. Dijajakan berikut adaptor kaliper, sehingga tak perlu repot bikin. Harga berkisar Rp 370 ribu.

Mau ikutan pasang? Yuk, simak penjelasan dari mekanik yang punya bengkel di Jl. Jatisari No.21A, Sumampir, Purwokerto. Pertama tentu beli cakram baru. Lalu siapkan peralatannya, yaitu kunci ring 19, ring 14, L-6 dan kunci bintang 4. Jangan lupa es teh, biar kalau haus tinggal tenggak, hehehe…

Pertama posisikan motor dengan standar tengah, lalu beri ganjal bagian bawah mesin. Biar saat roda depan dilepas tak roboh. Kemudian lepas kaliper, “Buka kedua bautnya pakai kunci bintang 4 (gbr.1),” jelas mekanik yang biasa disapa Agus itu.

Lanjut ambil kunci ring 19 untuk membuka mur as roda depan, jika sulit, sisi kiri tahan pakai ring 14. Tarik deh as rodanya, dan lanjut lepas roda dari posisinya.

Nah sekarang letakkan roda pada posisi datar. Baru ambil kunci L-6 untuk membuka ke-6 baut pengikatnya. Hati-hati jangan sampai slek. Jika semua telah terlepas, ambil es teh dulu, lo? Pasti capai kan, jadi minum dulu.

Sudah segar kembali? Ambil cakram baru, pasang pada pelek. Pastikan semua baut terpasang dengan kencang (gbr.2). Pasang kembali roda, dan kencangkan mur as roda.

Nah kini konsentrasi pada kaliper. Karena diameter lebih lebar, maka posisi kaliper mesti lebih keluar, makanya perlu adaptor. Untung sudah disertakan saat beli.

Pasang dulu adaptor pada bottom sok, ikat pakai baut L-6. Baru pasang kaliper, jangan lupa bosnya juga dipasang, agar posisi pas mendekap piringan. Kencangkan deh bautnya, “Oh iya biar kuat dan tahan karat, ganti sekalian bautnya pakai L-6 yang berbahan stainless steel (gbr.3),” tutup ayah dari Laurentia Ayodya Putri ini.

Sekarang rasakan performanya, dijamin lebih mataff… Penampilan pun makin sporti! (motorplus.otomotifnet.com) var geo_Partner = ‘d9d498ef-9201-4636-96ba-379cf375149f’; var geo_isCG = true;var geo_Partner = ’5fad2c58-e266-4307-a320-e57f7ac8e9c0′; var geo_isCG = true;

>Panduan Pasang Cakram Belakang Di Yamaha Byson

December 2, 2010

>OTOMOTIFNET – Tampilan Yamaha Byson memang kekar, terutama bagian kaki-kaki. Sokbreker depan 41 mm, pelek lebarnya 2,5 inci dan belakang 3,5 inci. Namun ada satu hal yang terasa kurang, apa itu? Rem belakang masih teromol.

Memang secara performa rem teromol milik motor sport 153 cc ini tetap pakem. Dan rem belakang memang tak perlu pakem banget, karena malah bahaya. Tapi secara penampilan bikin kesan modern dan sporti jadi sedikit ‘terganggu’.

Tapi jangan khawatir, buat yang mau upgrade jadi cakram, bisa kok. Salah satu bengkel yang sudah melakukan, KMS (Kencana Motor Sport), di Jl. Budiraya No.2B, Kemanggisan, Jakbar. Enaknya sudah dibikin dalam bentuk paket, part lengkap dan pemasangannya.

Part yang disiapkan berupa cakram, dudukan cakram, kaliper, master dan slang. Memang bukan part orisinal, penampilan mirip milik Suzuki Satria, namun kualitas dijamin. “Pasti bagus, kita enggak mau repot konsumen bolak-balik komplain karena bermasalah,” terang Edi Sasmito, bos KMS.

Masih menurut Edi, uang yang mesti disiapkan untuk menebus plus pasang sebesar Rp 750 ribu. Waktu yang dibutuhkan untuk memasang sekitar 2 jam. Berhubung tidak didesain khusus untuk Byson, butuh beberapa ubahan, seperti apa? Simak deh di urutan foto berikut.

Keterangan foto :

1. Pertama bikin dudukan master di footstep. “Dimal dulu pakai kertas, setelah jadi baru bikin dari pelat 2 mm,” terang Suyanto, mekanik KMS. Oh iya, tuas rem belakang bagian ujungnya mesti dipotong, lalu disambung ulang dengan posisi lebih mundur.

2. Sekarang konsentrasi pada roda belakang. Lepas gir berikut karetnya. Nah di baliknya ada 4 lubang. Bor 4 titik di lubang itu pakai mata 8 mm, berguna untuk lewat baut pemegang dudukan cakram.

3. Selanjutnya pasang cakram, baut pakai baut L-6 sepanjang 2 cm.

4. Pasang kembali roda, lalu bikin dudukan kaliper sekaligus bos as roda, juga dimal dulu pakai kertas. Jika sudah pas, bikin pakai pelat besi 8 mm agar kuat. Selesai deh.

Sumber : ototips.otomotifnet.com
var geo_Partner = ‘d9d498ef-9201-4636-96ba-379cf375149f’; var geo_isCG = true;var geo_Partner = ’5fad2c58-e266-4307-a320-e57f7ac8e9c0′; var geo_isCG = true;

>Cara Merawat Rem Cakram

September 17, 2010

>

Memang saat rem motor tidak memiliki masalah maka perasaan kita pasti akan lebih tenang. Kita jadi bebas melakukan kegiatan sehari-hari ataupun touring bersama rekan-rekan sejawat. Tapi bagaimana jika sistem pengereman pada kendaraan yang akan digunakan mengalami masalah. Sebaiknya jangan paksakan keinginan anda karena hanya akan membuat masalah nantinya.

Agar komponen dari rem bisa bekerja maksimal maka perawatan secara berkala adalah hal yang sangat penting untuk dilakukan. Biasanya untuk pengecekan berkala pada sistem pengereman yang menggunakan cakram dilakukan 6 bulan sekali. Pengecekan berkala ini tidak terlalu rumit, bisa dilakukan sendiri di rumah.

Untuk melakukan pengecekan terhadap sistem pengereman yang menggunakan cakram, perangkat yang perlu dipersiapkan adalah obeng min (-), kunci L ukuran 5, kunci pas dan sikat kawat.

Hal pertama yang harus dilakukan yaitu melepaskan dua baut pada kaliper dengan menggunakan obeng min (-). Karena dibawah baut tersebut terdapat baut L yang berfungsi sebagai baut sliding untuk kampas rem. Lalu lepaskan kaliper dari cakram dengan membuka baut dengan kunci pas.

Setelah kaliper terlepas dari cakram, kemudian lepas juga bracket rem. Jika bracket kering, bisa diberi oli. Bila itu sudah dilakukan maka anda harus memeriksa piston dari kaliper. Apabila terdapat debu pada piston sebaiknya anda bersihkan dengan menggunakan sikat kawat. Setelah bersih maka teteskan oli untuk mempermudah gerakan piston. Tapi perlu diperhatikan bila hal itu sudah dilakukan, lalu cek piston dengan cara menekan piston. Bila masih bisa bekerja maka berarti tidak ada masalah. Tapi bila dengan menggunakan kekuatan tangan sudah sulit bekerja maka terdapat masalah pada kaliper.

Jika kampas rem sudah aus maka secepatnya ganti dengan yang baru agar lebih aman. Jangan lupa untuk mengecek oli rem yang terdapat pada master rem, bila isinya berkurang tambahkan dengan oli rem yang sesuai dengan kendaraan roda dua.

>Subtitusi Kampas Rem Depan Minerva R150, Mahal Tapi Mudah Didapat

February 13, 2010

>OTOMOTIFNET – Suara decit di bagian depan besutan Minerva R150, bikin risih kuping Herman Arif setiap menarik tuas rem. “Kadang saya suka gak pakai rem depan. Habis malu, udah kayak sepeda mini. Mau beli yang orisinal tapi jauh banget di Bekasi,” ucap warga Green Garden, Kedoya, Jakbar ini.


Gbr 1

Gbr 2

Nah, atas info temannya, kampas rem depan bisa dikawinsilangkan sama punya Honda. Benar gak sih? “Bisa, asalkan bertipe motor bebek yah, bukan yang sport. Sebab dari bentuk dan ketebalannya pun sama, jadi gak perlu ngubah apapun,” bilang Ijun, mekanik bengkel Mulia Mitra Motor (MMM). Harganya?

Milik Honda Supra X memang lebih mahal Rp 4 ribu dibanding price list Minerva hanya Rp 33 ribu, tetapi part alternatif ini lebih mudah didapat. Nah, sebelum praktik, kita kumpulkan dulu peralatannya. Yakni, kunci ring 8, 12, obeng min, slang akuarium dan kunci L-5.

Nah, sekarang ikuti caranya. Pertama, kendurkan dan lepas dua baut pengaman baut L yang ada di luar kaliper dengan obeng min (gbr.1). Kemudian, longgarkan dulu dua baut L di dalam lubang kaliper memakai kunci L-5 (gbr.2).

“Jangan sampai lepas, cukup dikendurkan. Sebab kalo kita lepas kaliper dulu, malah lebih susah kendorin baut L-nya,” pesannya. Lalu copot dua baut pengait kaliper di sok depan pakai kunci ring 12 (gbr.3), lalu copot kalipernya. Baru setelah itu lepas dua baut L yang sudah kita kendurkan.


Gbr 3

Gbr 4

Berikutnya, lepas kampas rem dari kaliper. Sekarang bandingkan milik Minerva sama Supra X, sama kan? (gbr.4). “Kalo begitu, langsung pasang deh kampas Honda yang mirip pinang dibelah dua,” canda pria bertubuh langsing ini.


Gbr 5

Urutan pemasangan sama seperti melepas tapi dalam hitungan mundur. Oh iya, sekalian cek semua kinerja perangkat cietnya.

Apa ada angin palsu yang ‘ngendon’ di slang. Sebab jika diabaikan, kerja pengereman kurang pakem. Caranya?

Mudah. Gunakan slang akuarium dan masukkan ke nipel di kaliper. Tarik tuas rem depan maju-mundur beberapa kali pakai tangan, lantas tahan jangan sampai lepas, lalu buka baut nipelnya pakai kunci ring 8 selama tiga detik dan kunci lagi.

“Kalo di dalam slang gak ada gelembung udara, berarti kaliper bebas dari angin palsu. Jika ada, ulangi cara tadi hingga gelembung udara di slang tersebut hilang,” bilang pria ini sambil menunjukkan langkahnya (gbr.5).

Sumber : ototips.otomotifnet.com

>Rem Belakang Suzuki Skydrive Lebih Pakem Pakai Kampas Rem RX-King

February 12, 2010

>OTOMOTIFNET - Dalam teknik berkendara, engine brake kerap dilakukan untuk membantu kerja rem dalam menghentikan laju motor. Nah ketika suatu motor tidak dapat memanfaatkan deselerasi mesin (engine brake) secara maksimal seperti di skutik, maka peran rem dituntut harus maksimal.

Hal itu tak terkecuali di skutik teranyar jebolan Suzuki, Skydrive. Namun begitu, sayangnya banyak pemilik si Dynamatic itu yang merasa rem belakangnya kurang oke. “Kalau handle ditarik penuh, rasanya rem belakang kurang menggigit,” keluh Abie, pemilik Suzuki Skydrive lansiran 2009. Ya iyalah.. kan gak punya gigi, hehe..

Tapi tenang! Sebenarnya ada cara yang bisa dilakukan agar rem belakang Skydrive lebih sip yakni dengan memakai kampas rem belakang bawaan Yamaha RX-King (gbr.1). “Bagian kampas King lebih empuk dan tebal, otomatis rem jadi lebih menggigit,” yakin Ari Kristanto dari bengkel GMotor.

Oke langsung praktik ya! Pertama tebus dulu kampas rem belakang RX-King beserta per kampas ori seharga Rp 68 ribu. Emang sama? “Yups! Tapi kalau mau lebih klop, bagian ujung kampas RX-King (gbr.2) di gerinda dulu,” Yakin Ari.


Gbr 1

Gbr 2

Gbr 3

Gbr 4

Kalau sudah, langsung pasang yuk! Pertama, buka baut pengikat knalpot di blok mesin pakai kunci L-6. Setelah knalpot dilepas, dilanjutkan dengan mengendurkan baut pegangan knalpot dengan memanfaatkan kunci 14 (gbr.3).

Dari sini, pakai kunci ring 22 untuk membuka baut pengikat as roda belakang (gbr.4) sambil menekan tuas rem belakang. Setelah ban bisa dilepas, langsung aja lepas kampas rem Skydrive. Langsung ganti kampas dengan yang baru? Ow..ow… nanti dulu!

Nah berhubung posisi roda lagi lepas, biar afdol sekalian saja bersihin bagian teromol dan rumah dudukan kampas rem di blok CVT, dengan memakai kuas mungil atau sikat kawat. “Kalau peranti tersebut bersih, kinerja rem bisa lebih pakem,” tambahnya.

Sudah bersih? Lanjutkan dengan memasang kampas rem RX-King yang sudah ditebus tadi. Oh iya, jangan lupa pasang per kampas ori RX-King terlebih dulu sebelum kampas dipasang. Kalau sudah, berarti tinggal pasang pelek dan knalpot dengan membalik langkah yang sudah dilakukan dari awal.

Oke, monggo dicoba ya!

Sumber : ototips.otomotifnet.com

>Saat Hujan, Mana Lebih Pakem?

February 11, 2010

>

OTOMOTIFNET – Punya fungsi mengurangi laju putaran roda. Rem diandalkan tiap pengendara untuk mengendalikan tunggangannya. Pada beberapa motor, ada dua jenis rem yang digunakan. Rem cakram dan teromol. Nah, di antara kedua jenis ini, mana yang lebih mampu mengurangi laju tunggangan dengan cepat?

BASAH DAN KERING
Perhatikan saja rem yang digunakan oleh motor. Ada yang menggunakan rem cakram serta menggunakan teromol di belakang. Ada juga yang kedua roda menggunakan rem cakram, ada pula yang menggunakan rem teromol pada kedua rodanya.

Meski sekarang, seiring dengan kemajuan zaman dan teknologi, penggunaan rem teromol pada kedua roda ditinggalkan. Terus ada yang tanya, memangnya lebih bagus mana sih?

Dilihat dari konstruksinya, keduanya memiliki keunggulan, seperti rem cakram memiliki pelepasan panas yang lebih baik ketimbang teromol yang tentunya lebih panas. Jadi, kampas rem cakram tidak cepat panas dan kehilangan daya cengkeramnya.

Untuk penggunaan yang lama, misal jalan menurun yang curam tentu rem cakram durabilitasnya lebih baik. Sementara itu, rem teromol pun tak berarti kalah total. Dengan permukaan gesek yang lebih banyak, cengkeramannya pun cukup baik, sayang lekas panas dan pembuangan panasnya lebih minim.

Tetapi, coba juga di jalan basah, dengan kondisi hujan. Ketika cakram terkena air, daya cengkeram kampas remnya tidak sesakti kala kering, sementara pada rem teromol dengan keuntungan sistem yang tertutup, air tidak mudah membasahi kedua permukaan, baik kampas rem maupun teromolnya.

Pada saat uji coba, pengereman dari kecepatan 50 km/jam hingga berhenti kala hujan, jarak pengereman sekitar 25 m, terasa rem depan yang menggunakan cakram sedikit licin, alias kurang cengkeramannya, sementara di belakang rem teromol tak berubah, hanya permukaan jalan lebih licin, membuat traksi ban berkurang. Ketika jalan kering, jarak pengereman lebih dekat, 20 m saja, kedua rem bekerja baik.

Namun saat mencoba di jalan menurun yang panjang, rem cakram menunjukkan kesaktiannya dengan mampu menahan laju tunggangan dengan baik, bahkan ketika hujan sekali pun. Meski awalnya agak ngeloyor, ketika rem digunakan terus-menerus, tampaknya cengkeraman kampas remnya semakin baik.

Kesimpulannya, rem cakram memang lebih unggul soal pengurangan laju tunggangan, meski kala basah, sedikit berkurang kemampuannya.

Sumber : ototips.otomotifnet.com

>Cara Praktis Perawatan Rem Cakram, Tinggal Semprot Decit Hilang!

January 26, 2010

>OTOMOTIFNET - Bila timbul bunyi berdecit pada sistem pengereman mobil yang pakai cakram, menandakan bagian tersebut mulai kotor karena banyak debu yang menempel.

“Antisipasi paling gampang agar kotoran tersebut rontok, dengan menyemprotkan cairan penetran yang memang khusus dipakai untuk membersihkan part tersebut (gbr.1),” ujar Ade Rahmat, kepala mekanik bengkel OSS di Jl. Panjang, Jakbar.

Dipakai buat bersihkan rem cakram motor bisa tidak ya? “Tentu bisa. Bahkan aplikasi di motor lebih mudah, pasalnya tidak perlu bongkar ban. Jadi bisa dikerjakan sendiri,” jawab Ade.


Gbr 1

Gbr 2

Gbr 3

Gbr 4

Tidak usah pakai basa-basi, yuk usir debu di rem cakram motor biar tidak timbul suara berdecit. Langkah paling awal adalah dengan menyemprotkan cairan tersebut di bagian penghasil debu. Yup kampas rem jadi sasaran awal, bersih-bersih kali ini srot…srot..srot (gbr.2).

“Ada baiknya bagian-bagian yang terkena semprotan cairan penetran, diguyur dengan air. Hanya jaga-jaga saja agar tidak ada dampak negatif pada permukaan cat,” saran pria yang hobi mancing di laut ini.

Langkah berikutnya, sem­protkan secara merata cairan penetran di seluruh permukaan cakram (gbr.3). Pastikan baik sisi kiri maupun kanan cakram, tak luput dari semprotan cairan pembersih cakram.

Oh ya teknik penyemprotannya jangan secara langsung, lebih baik secara bertahap. Hal tersebut agar debu yang menempel dapat digelontor secara maksimal.

Kelar disemprot cairan penetran, diamkan beberapa saat. Bila dirasa sudah mengering, baru lakukan langkah pamungkas yaitu semprotkan angin dari kompresor pada bagian yang tadi dibersihkan dengan cairan penetran (gbr.4).

Ini dilakukan untuk memastikan, tak ada lagi debu-debu yang tersisa menempel baik di kampas rem maupun cakram.

Sumber : ototips.otomotifnet.com

>Kampas Rem Depan Spin Pakai Punya Shogun 125, Harga Sama Tapi Lebih Awet

January 18, 2010

>OTOMOTIFNET – Gara-gara sering bolak-balik bengkel ganti kampas rem depan Suzuki Spin 2007-nya, Yogi Permana, mahasiswa Interstudy, Jaksel merasa bosan. “Sudah umum bagi motormania, kalo ngerem pasti depan duluan. Makannya jadi cepet abis deh tuh kampas,” keluhnya.

Apalagi di skutik, pengoperasian rem kan di tangan semua (tuas kanan-kiri), baik rem depan atau belakang. Jadi ya wajar jika peranti itu cepat habis masa pakainya. Ditambah, kian tingginya jam terbang besutan dipakai sehari-hari.

Tapi tenang, Wicaksono mekanik dari Puspa Motor (PM) di daerah Lubang Buaya, Jaktim punya solusi bagi Spinner (pengguna Spin) soal kampas rem ini. “Salah satunya, bisa adopsi punya Suzuki Shogun SP 125 (gbr.1),” bilangnya.

Asyiknya, harga antara part milik Spin dengan Shogun sama, yakni Rp 37.000. “Meski begitu, masa pakai punya SP lebih lama dan awet. Karena permukaan kampasnya lebih padat dan agak tebal,” lanjut mekanik yang jago cari solusi ekonomis ini.


Gbr 1

Gbr 2

Gbr 3

Gbr 4

Hokeh, gak usah banyak cerita lagi. Mending sekarang kita praktikkan pemasangan pada Spin milik Ferry. Toh, untuk pengaplikasiannya simpel dan enggak perlu ada ubahan. “Jadi tinggal pasang aja,” tambah pria bersahaja ini.

Sekarang siapkan kunci-kunci yang dibutuhkan. Kunci L-5, kunci 12 dan obeng min (-). Lalu, lepas master rem bawah depan dari sokbreker menggunakan kunci 12. Setelah terlepas dari posisinya, pastikan kita lebarkan dulu sebelum memasang yang baru dengan menggunakan obeng min. “Alasannya, nanti di saat kita memasang yang baru tinggal langsung masuk,” sarannya.

Kemudian kita lepas baut pengungkit kampas rem depan Spin memanfaatkan kunci L-5 (gbr.2). Selanjutnya, kita bersihkan lebih dulu agar kotoran yang mengendap di dalam rumah kampas itu bersih. Bisa pakai kuas kecil atau sikat gigi. Setelah bersih, langsung kita masukan peranti baru yang sudah ditebus tadi (gbr.3).

Pemasangannya pun harus tepat dan presisi. Kalau sudah dipasang kembali kampas yang baru, sekarang pasang lagi master rem bawahnya seperti semula. Kancing kembali komponen tersebut menggunakan kunci 12 (gbr.4).

Setelah itu langsung lakukan ‘terapi’ rem dengan menggunakan tangan (kocok-kocok atau menarik tuas rem berulang-ulang). “Itu agar rem kembali padat dan pakem,” ungkapnya sembari bilang, langkah itu sekaligus untuk mengusir gelembung udara yang terperangkap di slang dan master rem besutan Anda.

Setelah semua dikerjakan, pastikan semua komponen yang dilepas tadi dirangkai kembali ke tempat semula. Langkahnya, tentu saja Anda sudah mahir melakukannya.

>Tambah Pakem, Absolute Revo Aplikasi Rem Belakang Model Cakram

January 15, 2010

>OTOMOTIFNET - Mau pasang rem belakang cakram di Honda Absolute Revo (HAR)? Gampang! Sekarang banyak kok, peranti itu dijual paket (gbr.1) yang dibanderol Rp 700-800 ribuan,” jelas Rini dari gerai aksesori F16.


Gbr 1

Gbr 2

Gbr 3

Gbr 4

Eh, tapi mengganti rem belakang ada aturannya. Pastikan ukuran lebar cakram tak melebihi ukuran standar disk brake depan. “Kalau terlalu besar, bisa bikin roda belakang mudah terkunci dan sliding nantinya,” sahut Ari Kristanto dari bengkel GMotor.

Nah, model cakram ini juga dapat diterapkan pada pelek HAR jenis jari-jari dan palang (gbr.2). Oke langsung simak kata Ari, mau ngejelasin cara pasangnya, yuk!

Pertama, lepas roda belakang plus rumah kampas remnya. Dari sini lubangi bagian teromol roda sampai tembus ke sisi kiri rumah gir pakai bor sebanyak 4 titik. “Posisi lubang di teromol harus sesuai sama lubang damper dudukan cakramnya (gbr.3),” jelas Ari.

Kalau sudah, lanjutkan merakit damper dudukan cakram beserta cakram dengan 4 mur baut pengikat ukuran 12 sepanjang kurang lebih 8 cm di teromol sebelah kanan.

Lalu lanjutkan membuat dudukan pengikat master rem di rangka sebelah kanan (gbr.4). Saat pemasangan, usahakan posisi master rem gak terganggu swing arm saat peranti itu bergerak naik turun,” wanti mekanik humoris ini.


Gbr 5

Gbr 6

Eh bicara master rem, baiknya pakai orisinal atau minimal jeroannya yang ori! Sebab kalau pakai produk KW, dikhawatirkan bagian sil di dalam master rem gak tahan pada suhu panas dan pemakaian jarak jauh. Akibatnya rem bisa gak pakem atau malah blong,” beber mekanik asal Yogya ini.

Oke lanjut! Bikin du¬duk¬an penonjok master rem, memanfaatkan pedal rem belakang bawaan standar (gbr.5). Caranya, potong bagian belakang pedal rem, lalu sambung peranti itu dengan pelat besi setebal 5 mm buat dudukan penonjok master rem.

Sampai sini, pindah ke belakang. Papas bos as roda belakang kanan 0,5 mm agar braket kaliper mudah dipasang nantinya.

Terakhir, rakit roda belakang yang sudah terpasang cakram, beserta kaliper dan adaptor kalipernya (gbr.6).Nah berhubung lengan ayun sebelah kanan AR sudah dilengkapi dudukan pengikat per kabel rem, jadi untuk penahan braket kaliper bisa pakai dudukan per itu.

Sumber : ototips.otomotifnet.com


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.